Pengelasan bawah air adalah salah satu teknik vital dalam industri kelautan, terutama dalam pemeliharaan dan perbaikan kapal. Pengelasan ini tidak hanya menuntut keahlian tinggi, tetapi juga memerlukan peralatan khusus yang dirancang untuk kondisi ekstrem di bawah permukaan air.

Mari kita bahas secara mendalam berbagai alat pengelasan yang digunakan dalam pekerjaan bawah air, metode pengelasan yang umum diterapkan, serta tantangan yang dihadapi oleh para penyelam dan tukang las bawah air.

1. Pengelasan Bawah Air: Sebuah Gambaran Umum

Pengelasan bawah air adalah proses menyambungkan dua bagian logam dengan menggunakan panas yang dihasilkan dari busur listrik. Proses ini dilakukan di bawah permukaan air, baik dalam kondisi basah maupun kering, tergantung pada teknik yang digunakan. Pengelasan bawah air biasanya digunakan untuk perbaikan kapal, struktur lepas pantai, dan infrastruktur bawah laut lainnya yang tidak bisa dipindahkan ke darat atau dok kering.

2. Jenis-Jenis Pengelasan Bawah Air

Ada dua jenis utama pengelasan bawah air, yaitu pengelasan basah dan pengelasan kering. Keduanya memerlukan alat dan teknik yang berbeda:

  • Pengelasan Basah: Proses pengelasan ini dilakukan secara langsung di dalam air. Tukang las menggunakan elektroda khusus yang dirancang untuk menghasilkan busur listrik meskipun berada di dalam air. Pengelasan basah lebih umum digunakan karena lebih cepat dan tidak memerlukan persiapan yang rumit. Namun, metode ini memiliki tantangan berupa potensi bahaya seperti percikan api dan risiko kebocoran gas dari elektroda.
  • Pengelasan Kering: Pada metode ini, sebuah ruangan kering sementara (chamber) dibangun di sekitar area yang akan dilas. Ruangan ini diisi dengan gas inert untuk menjaga area bebas dari air, sehingga pengelasan dapat dilakukan dalam kondisi kering seperti di darat. Pengelasan kering sering dianggap lebih aman dan menghasilkan kualitas sambungan yang lebih baik, namun membutuhkan peralatan yang lebih kompleks dan biaya yang lebih tinggi.

3. Alat Pengelasan Bawah Air

Pengelasan bawah air memerlukan peralatan yang dirancang khusus untuk menahan tekanan tinggi, air, dan risiko listrik. Berikut ini adalah beberapa alat utama yang digunakan dalam pengelasan bawah air:

  • Elektroda Pengelasan Bawah Air (Underwater Welding Electrode): Elektroda adalah komponen kunci dalam pengelasan listrik. Elektroda yang digunakan untuk pengelasan bawah air biasanya dilapisi dengan bahan khusus yang melindunginya dari air. Lapisan ini membantu menjaga stabilitas busur listrik dan memastikan pengelasan berjalan lancar. Beberapa elektroda dirancang untuk digunakan dalam pengelasan basah, sementara yang lain lebih cocok untuk pengelasan kering.
  • Generator Listrik dan Pengontrol Arus: Pengelasan bawah air membutuhkan sumber daya listrik yang stabil untuk menghasilkan busur listrik. Generator listrik yang digunakan biasanya berada di permukaan, dan arus listrik disalurkan melalui kabel ke alat pengelasan di bawah air. Pengontrol arus digunakan untuk mengatur besarnya arus yang digunakan, yang sangat penting untuk memastikan kualitas pengelasan dan mencegah kerusakan pada peralatan.
  • Peralatan Penyaman Arus (Rectifier): Peralatan ini digunakan untuk mengubah arus listrik AC menjadi DC, yang lebih cocok untuk pengelasan bawah air. Penggunaan arus DC lebih stabil dan mengurangi risiko percikan api yang bisa berbahaya di lingkungan bawah air.
  • Helmet Las Bawah Air (Underwater Welding Helmet): Helm ini tidak hanya melindungi wajah dan mata tukang las dari cahaya busur listrik, tetapi juga membantu menyuplai udara bersih dan melindungi dari tekanan air. Helm ini dilengkapi dengan pelindung wajah yang dapat menyesuaikan tingkat kecerahan untuk melindungi mata dari silau busur las.
  • Baju Selam dan Peralatan Pendukung: Tukang las bawah air harus memakai baju selam khusus yang dirancang untuk melindungi dari air dingin, tekanan tinggi, dan risiko kebocoran listrik. Selain itu, peralatan pendukung seperti alat komunikasi dan alat pernapasan juga sangat penting untuk memastikan keselamatan selama pengelasan.
  • Camera dan Lampu Bawah Air: Untuk meningkatkan visibilitas, terutama di area dengan pencahayaan minim, digunakan kamera dan lampu bawah air. Alat ini memungkinkan tukang las untuk melihat area yang akan dilas dengan jelas, meskipun dalam kondisi air yang keruh.

4. Metode Pengelasan Bawah Air

Terdapat beberapa metode pengelasan bawah air yang umum digunakan, yang masing-masing memiliki keunggulan dan kelemahan tersendiri:

  • Pengelasan Stick (SMAW): Shielded Metal Arc Welding (SMAW) adalah metode pengelasan yang paling umum digunakan di bawah air. Pengelasan ini menggunakan elektroda yang dilapisi bahan fluks, yang saat meleleh akan menghasilkan gas pelindung untuk melindungi busur las dari air. SMAW sangat fleksibel dan cocok untuk berbagai jenis logam, namun memerlukan keterampilan tinggi untuk menghasilkan sambungan yang baik.
  • Pengelasan Flux-Cored Arc Welding (FCAW): Metode ini mirip dengan SMAW, namun menggunakan elektroda yang memiliki inti fluks yang bisa meleleh dan menghasilkan gas pelindung. FCAW cenderung menghasilkan busur listrik yang lebih stabil dan dapat digunakan pada kondisi air yang lebih dalam.
  • Pengelasan MIG/MAG (GMAW): Gas Metal Arc Welding (GMAW) atau lebih dikenal dengan pengelasan MIG/MAG, menggunakan elektroda berbentuk kawat dan gas pelindung yang dialirkan melalui nozzle. Pengelasan ini lebih cepat dan efisien, namun biasanya memerlukan kondisi pengelasan kering karena gas pelindung dapat mudah terkontaminasi air.
  • Pengelasan TIG (GTAW): Gas Tungsten Arc Welding (GTAW) atau TIG, menggunakan elektroda tungsten yang tidak meleleh untuk menghasilkan busur listrik. Metode ini dikenal menghasilkan kualitas pengelasan yang sangat baik, namun lebih lambat dan sulit dibanding metode lain. GTAW sering digunakan untuk pengelasan logam non-ferrous di bawah air.

5. Tantangan dan Keselamatan dalam Pengelasan Bawah Air

Pengelasan bawah air bukanlah tanpa tantangan. Tekanan air yang tinggi, suhu rendah, dan visibilitas yang terbatas adalah beberapa faktor yang membuat pekerjaan ini sangat berisiko. Selain itu, risiko kebocoran listrik dan percikan api juga sangat tinggi. 

Oleh karena itu, keselamatan adalah prioritas utama dalam setiap proyek pengelasan bawah air. Penggunaan peralatan yang tepat, pelatihan yang memadai, dan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan yang ketat adalah kunci untuk mengurangi risiko kecelakaan.

Selain itu, kondisi mental dan fisik tukang las juga harus dipertimbangkan. Mereka harus memiliki stamina yang baik, kemampuan untuk bekerja di bawah tekanan, dan ketahanan terhadap lingkungan yang ekstrem. 

Pelatihan khusus dalam pengelasan bawah air adalah mutlak diperlukan, termasuk pemahaman mendalam tentang peralatan yang digunakan dan risiko yang terlibat.

6. Pengembangan Teknologi dan Masa Depan Pengelasan Bawah Air

Seiring dengan kemajuan teknologi, peralatan dan teknik pengelasan bawah air terus mengalami perkembangan. Teknologi seperti penggunaan robot bawah air dan remotely operated vehicles (ROV) memungkinkan pengelasan dilakukan tanpa kehadiran langsung tukang las di bawah air, sehingga meningkatkan keselamatan dan efisiensi pekerjaan. 

Di masa depan, kita mungkin akan melihat lebih banyak inovasi yang menggabungkan teknologi otomatisasi dan kecerdasan buatan dalam pengelasan bawah air.

Pengelasan bawah air adalah teknik yang sangat penting dalam industri kelautan, memungkinkan perbaikan dan pemeliharaan kapal serta struktur bawah laut lainnya dilakukan tanpa harus mengangkat mereka ke permukaan. 

Meskipun penuh dengan tantangan, dengan penggunaan alat yang tepat, pelatihan yang memadai, dan perhatian khusus terhadap keselamatan, pekerjaan pengelasan bawah air dapat dilakukan dengan aman dan efisien. 

Dengan terus berkembangnya teknologi, masa depan pengelasan bawah air menjanjikan peningkatan dalam efisiensi dan keselamatan, memberikan solusi yang lebih baik untuk industri kelautan.

Dapatkan layanan jasa inspeksi kapal laut Indonesia no 1 hanya di SCM Indonesia